Invoice dan kuitansi: apa bedanya?
Invoice meminta pembayaran; kuitansi (sering juga ditulis kwitansi) membuktikan bahwa pembayaran sudah diterima. Invoice Anda kirim sebelum pelanggan membayar, untuk memberi tahu berapa yang harus dibayar dan kapan. Kuitansi Anda berikan setelah mereka membayar, sebagai bukti jumlah, tanggal, dan cara pembayaran.
Fungsi invoice
Invoice adalah permintaan pembayaran. Isinya daftar barang atau jasa yang Anda berikan, harganya, pajak (jika ada), total tagihan, dan syarat pembayaran. Bagi usaha yang terdaftar sebagai pemungut PPN/VAT atau GST, invoice (faktur pajak) juga menjadi dokumen yang dipakai pelanggan untuk mengkreditkan pajak tersebut, sehingga harus memenuhi ketentuan hukum.
Invoice lazim dipakai ketika pelanggan membayar belakangan: transaksi antarbisnis, proyek yang ditagih bertahap, dan jasa yang dibayar lewat transfer bank.
Fungsi kuitansi
Kuitansi adalah bukti pembayaran. Kuitansi menegaskan bahwa sejumlah uang tertentu diterima pada tanggal tertentu, dengan cara tertentu, untuk barang atau jasa tertentu. Toko memberikan struk di kasir; usaha jasa mengirim kuitansi saat invoice dilunasi atau saat pelanggan membayar di muka.
Pelanggan menyimpan kuitansi untuk klaim biaya (reimburse), mengembalikan barang, memakai garansi, atau menunjukkan bahwa tagihan sudah dibayar.
Perbedaan utama
- Waktu: invoice sebelum pembayaran, kuitansi sesudahnya
- Tujuan: invoice meminta uang, kuitansi mengakui penerimaannya
- Jumlah: invoice menunjukkan jumlah terutang; kuitansi menunjukkan jumlah yang dibayar
- Detail pembayaran: invoice menjelaskan cara membayar; kuitansi mencatat cara pembayarannya
- Penomoran: keduanya harus punya nomor unik masing-masing
- Pajak: di banyak negara, dokumen untuk mengkreditkan PPN/GST adalah invoice pajak, bukan kuitansi
Kapan mengirim keduanya
Banyak usaha mengirim invoice untuk meminta pembayaran, lalu kuitansi setelah dananya masuk. Ini umum untuk uang muka, pembayaran sebagian, dan klien yang bagian keuangannya memerlukan bukti pembayaran untuk arsip.
Jika pelanggan membayar di tempat, misalnya tukang yang dibayar tunai setelah pekerjaan selesai, kuitansi saja sering kali sudah cukup. Jika pelanggan memerlukan invoice pajak, terbitkan juga dengan keterangan lunas.
Apa saja isi kuitansi
- Nama usaha dan kontak Anda
- Nomor kuitansi dan tanggal pembayaran
- Siapa yang membayar (nama pelanggan)
- Untuk apa pembayaran itu, beserta jumlahnya
- Total yang diterima dan sisa tagihan, jika ada
- Metode pembayaran (tunai, kartu, transfer bank)
- Nomor invoice yang terkait dengan pembayaran, jika ada
Tiga contoh sehari-hari
- Desainer web menyelesaikan proyek, mengirim invoice dengan jatuh tempo 14 hari, lalu saat transfer masuk mengirim kuitansi lewat email untuk arsip
- Tukang ledeng dibayar dengan kartu setelah kunjungan dan memberikan kuitansi; invoice tidak diperlukan kecuali pelanggan meminta invoice pajak
- Usaha katering menerima DP 30%: kuitansi menegaskan DP tersebut, lalu invoice akhir menampilkan DP sebagai sudah dibayar dan sisa tagihannya
Dokumen lain yang sering tertukar
- Penawaran harga atau estimasi: tawaran yang dikirim sebelum pekerjaan, yang bisa diterima atau ditolak klien
- Faktur proforma: invoice pendahuluan sebelum penjualan final, sering dipakai untuk pembayaran di muka atau bea cukai
- Nota kredit: mengurangi atau membatalkan invoice yang sudah diterbitkan
- Purchase order: dikirim pembeli ke pemasok untuk memesan barang
- Laporan rekening (statement): ringkasan beberapa invoice dan pembayaran dalam satu periode
Apakah setiap pembayaran perlu kuitansi?
Mesin EDC, toko online, dan aplikasi pembayaran sering mengirim bukti pembayaran otomatis, dan untuk banyak penjualan kecil itu sudah cukup. Untuk jasa yang dibayar lewat transfer bank, tidak ada yang terbit otomatis, jadi kuitansi singkat berguna setiap kali pelanggan memintanya, membayar DP, membayar tunai, atau memerlukan bukti untuk arsipnya sendiri.
Pembayaran tunai adalah kasus paling jelas: tanpa kuitansi, tidak ada catatan bagi kedua pihak. Selalu berikan kuitansi untuk pembayaran tunai dan simpan salinannya.
Berapa lama menyimpan invoice dan kuitansi
Otoritas pajak bisa meminta catatan Anda bertahun-tahun kemudian, jadi simpan salinan setiap invoice yang Anda kirim, setiap kuitansi yang Anda terbitkan, dan bukti pengeluaran Anda sendiri. Masa simpan biasanya antara lima dan sepuluh tahun, tergantung negara dan jenis dokumennya. Periksa masa simpan yang berlaku bagi Anda, dan simpan PDF di tempat yang punya cadangan, bukan hanya di email.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah kuitansi sama dengan invoice yang sudah lunas?
Tidak persis. Invoice lunas adalah invoice yang ditandai sudah dibayar; kuitansi adalah dokumen terpisah yang menegaskan pembayaran. Banyak pelanggan menerima salah satunya, tetapi aturan pajak mungkin mewajibkan invoice yang sah.
Apakah saya wajib memberikan kuitansi?
Tergantung negara dan jenis usahanya. Banyak tempat mewajibkan kuitansi untuk penjualan tunai atau jika diminta. Meski tidak wajib, mengirim kuitansi adalah kebiasaan yang baik.
Bisakah kuitansi menggantikan invoice untuk keperluan pajak?
Sering kali tidak. Jika PPN/VAT atau GST berlaku, pelanggan biasanya memerlukan invoice pajak yang sah untuk mengkreditkannya. Di beberapa negara ada invoice sederhana untuk jumlah kecil; periksa aturan setempat.
Bagaimana cara membuat kuitansi dengan BillOak?
Buka pembuat kuitansi. Biarkan kolom Jumlah dibayar kosong untuk pembayaran penuh dan PDF akan menampilkan cap LUNAS, atau masukkan pembayaran sebagian untuk menampilkan sisa tagihan.
Bolehkah mengirim kuitansi lewat email?
Boleh. Kuitansi PDF yang dikirim lewat email sudah lazim dan diterima untuk sebagian besar keperluan. Simpan salinan setiap kuitansi yang Anda terbitkan bersama arsip lainnya.
Panduan invoice lainnya
- Apa saja yang harus ada di invoice?Detail yang wajib ada di setiap invoice, plus tambahan yang mungkin diwajibkan aturan pajak.Baca panduan
- Cara memberi nomor pada invoice AndaSistem penomoran sederhana yang membuat Anda tetap rapi dan patuh aturan.Baca panduan
- Arti syarat pembayaran Net 30Arti Net 30, cara menghitung jatuh tempo, dan syarat pembayaran mana yang dipakai.Baca panduan
- Email pengingat pembayaran invoice (dengan template)Email pengingat yang sopan namun tegas, siap disalin, dari pengingat pertama hingga pemberitahuan terakhir.Baca panduan